陕西福彩app

  • <dl id="jfOmt"></dl>
            <address id="jfOmt"><label id="jfOmt"><th id="jfOmt"></th></label><section id="jfOmt"><ol id="jfOmt"><cite id="jfOmt"><meter id="jfOmt"><col id="jfOmt"></col></meter></cite></ol></section><source id="jfOmt"></source></address>

            • Cakupan : 117 kota, 1,883 kelurahan, 2,421 gedung, 408,296 homepass

            Kesenian memiliki peran yang besar dalam membentuk karakter masyarakat Indonesia. Selain itu, kesenian juga sudah menjadi identitas dan budaya masyarakat yang patut untuk dilestarikan. Karena itu, Biznet mendukung segala aktivitas kesenian yang ada, dengan harapan juga dapat mendukung kemajuan ekonomi kreatif di Indonesia.


            Kolaborasi Seni dan Teknologi Dukung Pelestarian Seni dan Budaya Indonesia

            Seni merupakan salah satu bentuk ekspresi perasaan manusia yang memiliki unsur keindahan di dalamnya, dan diungkapkan melalui suatu media yang nyata, baik dalam bentuk nada, rupa, gerak, dan syair, serta dapat dirasakan oleh panca indera manusia. Kata seni sendiri secara etimologi berasal dari bahasa Sansakerta, yaitu Sani yang berarti pemujaan, persembahan dan pelayanan.

            Pengungkapan seni tersebut bisa terbagi ke dalam berbagai jenis dan macamnya. Beberapa jenis atau macam seni dapat terbagi menjadi 3 macam seni yaitu Seni Rupa, Seni Musik dan Seni Budaya. Seni Rupa dianggap sebagai salah satu macam seni dengan hasil yang berbentuk gambar, lukisan, patung, dan kerajinan tangan. Saat ini kita banyak melihat hasil lukisan atau gambar di tembok-tembok yang ada di tempat umum. Bukan lukisan asal, lukisan tersebut memiliki nilai yang tinggi dan dibuat oleh seniman yang memang ahli di bidangnya. Lukisan seperti ini biasa disebut sebagai Mural.

            Seni Musik merupakan seni dengan hasil karya berupa melodi atau harmoni yang menghasilkan suara atau bunyi yang indah. Pengertian seni musik mengacu pada hasil karya berupa sebuah lagu, alunan nada atau suara permainan sebuah alat musik. Sedangkan Seni Budaya adalah bentuk seni yang sangat lekat dengan kebudayaan suatu negara atau daerah yang menghasilkan suatu atau beberapa keindahan seperti seni tari. Selain itu, seni dari peninggalan budaya juga dapat ditemui di museum-museum yang menyimpan banyak benda dan cerita sejarah, yang harus kita lestarikan.

            Biznet sendiri merasa memiliki tanggung jawab untuk turut memajukan kesenian Indonesia yang kini semakin berkembang dan banyak digemari oleh generasi muda. Alasan utama Biznet mendukung seni Indonesia karena seni memiliki beberapa fungsi sosial, diantaranya fungsi hiburan, pendidikan, komunikasi, keindahan, artistik, hingga fungsi kesehatan.

            Biznet percaya bahwa saat ini, seni dan teknologi dapat dipadukan menjadi satu kesatuan yang memberikan banyak manfaat positif bagi orang lain. Melalui teknologi, khususnya teknologi Internet, semua orang dapat berbagi informasi mengenai hasil karya seni ke seluruh dunia, memungkinkan setiap seniman untuk dapat memamerkan hasil karya mereka kepada orang lain.

            Tiga Museum di Yogyakarta yang Wajib Dikunjungi

            Yogyakarta dikenal sebagai kota yang kaya akan budaya dan kental dengan nuansa tradisionalnya. Buat kamu yang ingin melakukan wisata budaya, Yogyakarta adalah salah satu kota yang wajib kamu kunjungi karena bukan hanya menjadi kota bersejarah yang melahirkan banyak seniman ternama di Indonesia, kota ini juga akan menceritakan banyak sejarah budaya yang pasti membuat kamu terkagum-kagum.

            Sebelum kamu memulai wisata budaya ke Yogyakarta, ada baiknya kamu mengetahui tempat-tempat yang wajib kamu kunjungi untuk mendapatkan wisata seni yang tidak terlupakan.

            1. Museum Ullen Sentalu
            Pembangunan Museum Ullen Sentalu Yogyakarta ini diprakarsai oleh Keluarga Haryono dibawah naungan Yayasan Ulating Blencong. Nama Ullen Sentalu sendiri merupakan akronim dari kata Ulating Blencong Sejatine Tataraning Lumaku yang artinya Pelita Kehidupan Umat Manusia. Museum ini berisi berbagai koleksi dan peninggalan budaya dan kehidupan bangsawan Jawa di masa Kerajaan Mataram.

            Disini, kamu akan didampingi oleh seorang pemandu yang akan menjelaskan asal usul benda-benda yang ada di museum ini sambil mengunjungi berbagai ruangan yang ada. Museum ini dibagi dalam beberapa ruang yang diawali oleh Ruang Selamat Datang dan dilanjutkan oleh Ruang Seni Gamelan dan Ruang Guwo Selo Giri yang menjadi ruang pamer lukisan para tokoh yang mewakili empat dinasti Kerajaan Mataram.

            Di akhir kunjungan, kamu akan disuguhi jamu "Ratu Mas" yang dibuat dari resep rahasia tujuh ramuan herbal, yang dibuat oleh permaisuri Sultan Pakubuwono X, yang konon katanya menjanjikan ketampanan dan kecantikan.

            2. Museum Affandi
            Museum seluas 3.500 meter persegi di Yogyakarta ini menawarkan gambaran kehidupan Affandi dan keluarganya semasa hidupnya. Museum ini terdiri dari tiga galeri, studio foto, kafe, restoran dan beberapa bangunan unik. Galeri I menyimpan koleksi lukisan retrospektif yang menggambarkan perkembangan gaya Affandi dari awal hingga akhir. Galeri ini juga menyimpan sekitar 300 dari total 4.000 karya yang diciptakan sepanjang karirnya, salah satunya adalah lukisan yang dinamakan Moeder, Self Portrait, dan Mother Inside The Room.

            Selain memperkenalkan kamu pada sosok Affandi sebagai seniman, museum ini juga menggambarkan sisi Affandi sebagai manusia biasa termasuk melalui beberapa koleksi kendaraan yang pernah ia milliki termasuk Mitsubishi Gallant 1970 dan dua sepeda ontel. Tidak ketinggalan, deretan penghargaan yang pernah ia terima semasa hidupnya juga ada disini.

            Kamu juga bisa mengunjungi makam Affandi yang wafat pada tahun 1990 dan istrinya yang wafat pada tahun 1991 yang ada di antara Galeri I dan Galeri II. Galeri III sendiri menampilkan karya istri Affandi dan keturunannya yaitu Maryati, Kartika dan Rukmini. Setelah lelah berkeliling museum, kamu bisa mengunjungi Gajah Wong II yang kini telah menjadi restoran, untuk makan dan beristirahat sejenak.

            3. Museum Kraton Yogyakarta

            Buat kamu yang ingin mengetahui sejarah berdirinya Kota Yogyakarta dan juga Indonesia, kamu wajib mengunjungi Kraton Yogyakarta. Disini, kamu bisa melihat dokumentasi perjuangan dan sejarah perjuangan Kraton Yogyakarta. Pembangunan Museum Kraton Yogyakarta dimulai pada masa pemerintahan Sri Sultan HB VII dan HB VIII. Pada era pemerintahan Sri Sultan HB IX, pengelolaan Museum ini kemudian diserahkan kepada Parentah Luhur Kraton yang dinamakan Tepas Dwara Pura.

            Museum ini berdiri di atas tanah seluas 14.000 meter persegi dengan bangunan khas Jawa yang memiliki berbagai koleksi mulai dari peralatan rumah tangga, keris, tombak, wayang, gamelan, naskah kuno, dan lukisan yang diantaranya ada yang berusia 200 tahun.

          1. <dl id="jfOmt"></dl>
                    <address id="jfOmt"><label id="jfOmt"><th id="jfOmt"></th></label><section id="jfOmt"><ol id="jfOmt"><cite id="jfOmt"><meter id="jfOmt"><col id="jfOmt"></col></meter></cite></ol></section><source id="jfOmt"></source></address>